Sabtu, 10 Desember 2016

TEORI AGENDA SETTING

Apakah yang dimaksud dengan Teori Agenda Setting?



   








            Teori Agenda Setting adalah sebuah teori yang menyatakan hubungan yang kuat antara berita yang disampaikan media dengan isu-isu yang dinilai penting oleh publik. Istilah “Agenda Setting” diciptakan oleh Maxwell McCombs dan Donald Shaw (1972,1993), dua peneliti dari Universitas Nort Carolina menjelaskan gejala atau fenomena kegiatan kampanye pemilihan umum (pemilu) yang telah lama diamati dan diteliti oleh kedua sarjana tersebut. Penelitian oleh McCombs dan Shaw merupakan tonggak awal perkembangan teori Agenda Setting.
            
            Agenda Setting terjadi karena media massa sebagai penjaga gawang informasi (gatekeeper) harus selektif dalam menyampaikan berita. Media harus melakukan pilihan mengenai apa yang harus diketahui dan bagaimana melaporkannya. Apa yang diketahui publik mengenai suatu keadaan pada waktu tertentu sebagian besar ditentukan oleh proses penyaringan dan pemilihan berita yang dilakukan media massa. Dalam hal ini Agenda Setting dapat dibagi menjadi 2 tingkatan (level). Agenda Setting level pertama adalah upaya membangun isu umum yang dinilai penting, dan level kedua adalah menentukan bagian-bagian atau aspek-aspek dari isu umum tersebut yang dinilai penting. Level kedua sama pentingnya dengan level pertama. Level kedua lebih penting karena memberitahu kita bagaimana cara membingkai isu, atau melakukan framing terhadap isu, yang akan menjadi agenda media dan juga agenda publik. 

Tahap Agenda Setting
            Dalam penelitian Karen Siune dan Ole Borre (1975) untuk mengetahui kompleksitas Agenda Setting dalam pemilu di Denmark, terdapat 3 jenis pengaruh Agenda Setting yaitu
a.       Representasiyaitu ukuran atau derajat dalam hal seberapa besar agenda media atau apa yang dinilai penting oleh media dapat menggambarkan apa yang dianggap penting oleh masyarakat (agenda publik). Dalam tahap representasi , kepentingan publik akan mempengaruhi apa yang dinilai penting oleh media. 
b.      Persistensiyaitu mempertahankan kesamaan agenda sntara apa yang menjadi isu media dan apa yang menjadi isu publik. Dalam hal ini media memberkan pengaruh yang terbatas.
c.       Persuasiyaitu Pengaruh ketiga yang terjadi ketika agenda media memengaruhi agenda publik.



Sumber :
Morissan, Teori Komunikasi individu hingga massa, Kencana Prenadamedia Group





Tidak ada komentar:

Posting Komentar