Apakah yang dimaksud dengan Teori
Agenda Setting?
Teori Agenda Setting adalah sebuah
teori yang menyatakan hubungan yang kuat antara berita yang disampaikan media
dengan isu-isu yang dinilai penting oleh publik. Istilah “Agenda Setting” diciptakan
oleh Maxwell McCombs dan Donald Shaw (1972,1993), dua peneliti dari Universitas
Nort Carolina menjelaskan gejala atau fenomena kegiatan kampanye pemilihan umum
(pemilu) yang telah lama diamati dan diteliti oleh kedua sarjana tersebut.
Penelitian oleh McCombs dan Shaw merupakan tonggak awal perkembangan teori
Agenda Setting.
Agenda Setting terjadi karena
media massa sebagai penjaga gawang informasi (gatekeeper) harus selektif dalam
menyampaikan berita. Media harus melakukan pilihan mengenai apa yang harus
diketahui dan bagaimana melaporkannya. Apa yang diketahui publik mengenai suatu
keadaan pada waktu tertentu sebagian besar ditentukan oleh proses penyaringan
dan pemilihan berita yang dilakukan media massa. Dalam hal ini Agenda
Setting dapat dibagi menjadi 2 tingkatan (level). Agenda Setting level
pertama adalah upaya membangun isu umum yang dinilai penting, dan level kedua
adalah menentukan bagian-bagian atau aspek-aspek dari isu umum tersebut yang
dinilai penting. Level kedua sama pentingnya dengan level pertama. Level kedua
lebih penting karena memberitahu kita bagaimana cara membingkai isu, atau
melakukan framing terhadap isu, yang akan menjadi agenda media dan juga agenda
publik.
Tahap Agenda Setting
Dalam
penelitian Karen Siune dan Ole Borre (1975) untuk mengetahui kompleksitas
Agenda Setting dalam pemilu di Denmark, terdapat 3 jenis pengaruh Agenda
Setting yaitu
a. Representasi, yaitu ukuran atau
derajat dalam hal seberapa besar agenda media atau apa yang dinilai penting
oleh media dapat menggambarkan apa yang dianggap penting oleh masyarakat
(agenda publik). Dalam tahap representasi , kepentingan publik
akan mempengaruhi apa yang dinilai penting oleh media.
b. Persistensi, yaitu mempertahankan
kesamaan agenda sntara apa yang menjadi isu media dan apa yang menjadi isu
publik. Dalam hal ini media memberkan pengaruh yang terbatas.
c. Persuasi, yaitu Pengaruh ketiga
yang terjadi ketika agenda media memengaruhi agenda publik.
Sumber :
Morissan, Teori Komunikasi individu hingga massa, Kencana
Prenadamedia Group

Tidak ada komentar:
Posting Komentar