Sabtu, 10 Desember 2016

MEDIA MENURUT MC LUHAN

Media Menurut MC Luhan

Pengaruh teknologi dalam kehidupan manusia menarik perhatian seorang pemikir berkebangsaan Kanada, Marshall McLuhan, dan melalui bukunya Understanding Media (1964) ia menulis mengenai pengaruh teknologi, khususnya teknologi komunikasi, seperti jam, TV, radio, film, telepon dan bahkan permainan (game). McLuhan menggunakan sajak, tulisan (fiksi), politik, drama (theatre) dan sejarah untuk menunjukkan bahwa teknologi membentuk perasaan, pikiran dan tindakan manusia. Menurutnya, manusia memiliki hubungan simbolik dengan teknologi. Kita menciptakan teknologi dan teknologi pada gilirannya menciptakan kembali siapa diri kita.

Menurut McLuhan, teknologi media telah menciptakan revolusi di tengah masyarakat karena masyarakat sudah sangat tergantung kepada teknologi, dan tatanan masyarakat terbentuk berdasarkan pada kemampuan masyarakat menggunakan teknologi. Ia melihat media berperan menciptakan dan mengelola budaya.
Beberapa sarjana menyebut pemikiran McLuhan mengenai hubungan antara teknologi, media dan masyarakat ini dengan sebutan Technological Determinism yaitu paham bahwa teknologi bersifat determinan (menentukan) dalam membentuk kehidupan manusia. Pemikiran McLuhan sering juga dinamakan teori mengenai Ekologi Media (Media Ecology) yang didefinisikan sebagai: "the study of media environments, the idea that technology and techniques, modes of information and codes of communication play a leading role in human affairs."  (studi mengenai lingkungan media, gagasan bahwa teknologi dan teknik, mode informasi dan kode komunikasi memainkan peran penting dalam kehidupan manusia).
Istilah Technological Determinism menunjukkan pemikiran McLuhan bahwa teknologi berpengaruh sangat besar dalam masyarakat atau dengan kata lain kehidupan manusia ditentukan oleh teknologi. Kita dapat membandingkan gagasan McLuhan ini dengan pandangan Karl Marx. Jika McLuhan berpandangan bahwa kehidupan manusia ditentukan oleh teknologi maka Marx berpendapat bahwa arah sejarah manusia ditentukan oleh perubahan cara berproduksi (economic determinism). Jika Marx melihat pada cara atau mode produksi yang mampu mengubah sejarah maka McLuhan melihat pada cara berkomunikasi yang menentukan sejarah manusia.

Menurut McLuhan, teknologi komunikasi menjadi penyebab utama perubahan budaya. Kehidupan keluarga, lingkungan kerja, sekolah, rumah sakit, pertemanan, kegiatan keagamaan, rekreasi, politik semuanya terpengaruh teknologi komunikasi. Menurutnya setiap penemuan teknologi baru, mulai dari penemuan huruf, penemuan mesin cetak hingga media elektronik memengaruhi institusi budaya masyarakat. Sebagaimana dikemukakan McLuhan: "We shape our tools and they in turn shape us"  (Kita membentuk peralatan kita dan mereka pada gilirannya membentuk kita).
Mcluhan memandang penemuan teknologi sebagai hal yang sangat vital karena menjadi kepanjangan atau ekstensi dari kekuatan pengetahuan (kognitif) dan persepsi pikiran manusia. Ia menyebut 'buku' sebagai kepanjangan dari mata. Roda atau ban sebagai ekstensi dari kaki. Pakaian sebagai kepanjangan dari kulit. Jaringan elektronik (khususnya komputer) sebagai ekstensi dari sistem saraf manusia. Contoh-contoh tersebut menunjukkan bahwa McLuhan menolak pengertian atau definisi sempit mengenai media. Menurutnya, media bukanlah terbatas pada media massa tetapi segala sarana, instrumen atau alat yang berfungsi memperkuat organ, indra dan fungsi yang terdapat pada tubuh manusia. Media tidak saja memperluas jangkauan dan meningkatkan efisiensi manusia tetapi juga berfungsi sebagai filter yang mampu mengatur dan menafsirkan keberadaan manusia secara sosial.


Sumber :
Morissan, Teori Komunikasi individu hingga massa, Kencana Prenadamedia Group

TEORI PENGGUNAAN DAN KEPUASAN (USES AND GRATIFICATONS)

Apakah yang dimaksud dengan Teori Penggunaan dan Kepuasan (Uses and Gratifications) ?

           Teori Penggunaan dan Kepuasan (Uses and Gratifications) adalah sebuah teori yang paling populer di komunikasi massa. Teori mengajukan bahwa perbedaan individu menyebabkan audiensi mencari, menggunakan dan memberikan tanggapan terhadap isi media secara berbeda-beda yang disebabkan berbagai faktor sosial dan psikologi yang berbeda di antara individu audiensi. Teori penggunaan dan kepuasan memfokuskan perhatian pada audiensi sebagai konsumen media massa dan bukan pada pesan yang disampaikan.
            Teori penggunaan dan kepuasan menjelaskan mengenai kapan dan bagaimana audiensi sebagaimana konsumen media menjadi lebih aktif atau kurang aktif dalam menggunakan media dan akibat atau konseskuensi dari penggunaan media itu. Dalam perspektif teori penggunaan dan kepuasan audiensi dipandang sebagai partisipan yang aktif dalaam proses komunikasi, namun tingkat keaktifan setiap individu tidaklah sama. Penggunaan media didorong oleh adanya kebutuhan dan tujuan yang ditentukan oleh audiensi sendiri.

Asumsi Teori
          Dalam hal ini terdapat sejumlah asumsi dasar yang menjadi inti gagasan teori penggunaan dan kepuasan sebagaimana dikemukakan oleh Katz, Blumer dan Gurevitch (1974) yang mengembangkan teori ini. Mereka menyatakan ada 5 asumsi dasar teori penggunaan dan kepuasan yaitu:
a.       Audiensi aktif dan berorientasi pada tujuan ketika menggunakan media, yaitu teori penggunaan dan kepuasaan audiensi dipandang sebagai partisipan yang aktif dalam proses komunikasi, namun tingkat keaktifan individu tidak sama.
b.      Inisiatif untuk mendapatkan kepuasan media ditentukan audiensi, yaitu kebutuhan terhadap kepuasan yang dihubungkan dengan pilihan media tertentu yang ditentukan oleh audiensi sendiri.
c.       Media bersaing dengan sumber kepuasan lain, yaitu media dab audiensi tidak berada dalam ruang hampa yang tidak menerima pengaruh apa-apa.
d.      Audiensi sadar sepenuhnya terhadap ketertarikan, motif dan penggunaan media, yaitu kesadaran diri yang cukup adanya ketertarikan dan motif yang muncul dalam diri yang dilanjutkan dengan penggunaan media yang memungkinkan peneliti mendapat gambaran mengenai penggunaan media.
e.       Penilaian isi media ditentukan oleh audiensi, yaitu isi media hanya dapat bisa dinilai oleh audiensi sendiri.

Sumber :
Morissan, Teori Komunikasi individu hingga massa, Kencana Prenadamedia Group




maulida: TEORI AGENDA SETTING

maulida: TEORI AGENDA SETTING

TEORI AGENDA SETTING

Apakah yang dimaksud dengan Teori Agenda Setting?



   








            Teori Agenda Setting adalah sebuah teori yang menyatakan hubungan yang kuat antara berita yang disampaikan media dengan isu-isu yang dinilai penting oleh publik. Istilah “Agenda Setting” diciptakan oleh Maxwell McCombs dan Donald Shaw (1972,1993), dua peneliti dari Universitas Nort Carolina menjelaskan gejala atau fenomena kegiatan kampanye pemilihan umum (pemilu) yang telah lama diamati dan diteliti oleh kedua sarjana tersebut. Penelitian oleh McCombs dan Shaw merupakan tonggak awal perkembangan teori Agenda Setting.
            
            Agenda Setting terjadi karena media massa sebagai penjaga gawang informasi (gatekeeper) harus selektif dalam menyampaikan berita. Media harus melakukan pilihan mengenai apa yang harus diketahui dan bagaimana melaporkannya. Apa yang diketahui publik mengenai suatu keadaan pada waktu tertentu sebagian besar ditentukan oleh proses penyaringan dan pemilihan berita yang dilakukan media massa. Dalam hal ini Agenda Setting dapat dibagi menjadi 2 tingkatan (level). Agenda Setting level pertama adalah upaya membangun isu umum yang dinilai penting, dan level kedua adalah menentukan bagian-bagian atau aspek-aspek dari isu umum tersebut yang dinilai penting. Level kedua sama pentingnya dengan level pertama. Level kedua lebih penting karena memberitahu kita bagaimana cara membingkai isu, atau melakukan framing terhadap isu, yang akan menjadi agenda media dan juga agenda publik. 

Tahap Agenda Setting
            Dalam penelitian Karen Siune dan Ole Borre (1975) untuk mengetahui kompleksitas Agenda Setting dalam pemilu di Denmark, terdapat 3 jenis pengaruh Agenda Setting yaitu
a.       Representasiyaitu ukuran atau derajat dalam hal seberapa besar agenda media atau apa yang dinilai penting oleh media dapat menggambarkan apa yang dianggap penting oleh masyarakat (agenda publik). Dalam tahap representasi , kepentingan publik akan mempengaruhi apa yang dinilai penting oleh media. 
b.      Persistensiyaitu mempertahankan kesamaan agenda sntara apa yang menjadi isu media dan apa yang menjadi isu publik. Dalam hal ini media memberkan pengaruh yang terbatas.
c.       Persuasiyaitu Pengaruh ketiga yang terjadi ketika agenda media memengaruhi agenda publik.



Sumber :
Morissan, Teori Komunikasi individu hingga massa, Kencana Prenadamedia Group