Sabtu, 10 Desember 2016

TEORI PENGGUNAAN DAN KEPUASAN (USES AND GRATIFICATONS)

Apakah yang dimaksud dengan Teori Penggunaan dan Kepuasan (Uses and Gratifications) ?

           Teori Penggunaan dan Kepuasan (Uses and Gratifications) adalah sebuah teori yang paling populer di komunikasi massa. Teori mengajukan bahwa perbedaan individu menyebabkan audiensi mencari, menggunakan dan memberikan tanggapan terhadap isi media secara berbeda-beda yang disebabkan berbagai faktor sosial dan psikologi yang berbeda di antara individu audiensi. Teori penggunaan dan kepuasan memfokuskan perhatian pada audiensi sebagai konsumen media massa dan bukan pada pesan yang disampaikan.
            Teori penggunaan dan kepuasan menjelaskan mengenai kapan dan bagaimana audiensi sebagaimana konsumen media menjadi lebih aktif atau kurang aktif dalam menggunakan media dan akibat atau konseskuensi dari penggunaan media itu. Dalam perspektif teori penggunaan dan kepuasan audiensi dipandang sebagai partisipan yang aktif dalaam proses komunikasi, namun tingkat keaktifan setiap individu tidaklah sama. Penggunaan media didorong oleh adanya kebutuhan dan tujuan yang ditentukan oleh audiensi sendiri.

Asumsi Teori
          Dalam hal ini terdapat sejumlah asumsi dasar yang menjadi inti gagasan teori penggunaan dan kepuasan sebagaimana dikemukakan oleh Katz, Blumer dan Gurevitch (1974) yang mengembangkan teori ini. Mereka menyatakan ada 5 asumsi dasar teori penggunaan dan kepuasan yaitu:
a.       Audiensi aktif dan berorientasi pada tujuan ketika menggunakan media, yaitu teori penggunaan dan kepuasaan audiensi dipandang sebagai partisipan yang aktif dalam proses komunikasi, namun tingkat keaktifan individu tidak sama.
b.      Inisiatif untuk mendapatkan kepuasan media ditentukan audiensi, yaitu kebutuhan terhadap kepuasan yang dihubungkan dengan pilihan media tertentu yang ditentukan oleh audiensi sendiri.
c.       Media bersaing dengan sumber kepuasan lain, yaitu media dab audiensi tidak berada dalam ruang hampa yang tidak menerima pengaruh apa-apa.
d.      Audiensi sadar sepenuhnya terhadap ketertarikan, motif dan penggunaan media, yaitu kesadaran diri yang cukup adanya ketertarikan dan motif yang muncul dalam diri yang dilanjutkan dengan penggunaan media yang memungkinkan peneliti mendapat gambaran mengenai penggunaan media.
e.       Penilaian isi media ditentukan oleh audiensi, yaitu isi media hanya dapat bisa dinilai oleh audiensi sendiri.

Sumber :
Morissan, Teori Komunikasi individu hingga massa, Kencana Prenadamedia Group




Tidak ada komentar:

Posting Komentar