Pengaruh teknologi dalam kehidupan manusia menarik perhatian seorang pemikir berkebangsaan Kanada, Marshall McLuhan, dan melalui bukunya Understanding Media (1964) ia menulis mengenai pengaruh teknologi, khususnya teknologi komunikasi, seperti jam, TV, radio, film, telepon dan bahkan permainan (game). McLuhan menggunakan sajak, tulisan (fiksi), politik, drama (theatre) dan sejarah untuk menunjukkan bahwa teknologi membentuk perasaan, pikiran dan tindakan manusia. Menurutnya, manusia memiliki hubungan simbolik dengan teknologi. Kita menciptakan teknologi dan teknologi pada gilirannya menciptakan kembali siapa diri kita.
Menurut McLuhan, teknologi media telah menciptakan revolusi di tengah masyarakat karena masyarakat sudah sangat tergantung kepada teknologi, dan tatanan masyarakat terbentuk berdasarkan pada kemampuan masyarakat menggunakan teknologi. Ia melihat media berperan menciptakan dan mengelola budaya.
Beberapa sarjana menyebut pemikiran McLuhan mengenai hubungan antara teknologi, media dan masyarakat ini dengan sebutan Technological Determinism yaitu paham bahwa teknologi bersifat determinan (menentukan) dalam membentuk kehidupan manusia. Pemikiran McLuhan sering juga dinamakan teori mengenai Ekologi Media (Media Ecology) yang didefinisikan sebagai: "the study of media environments, the idea that technology and techniques, modes of information and codes of communication play a leading role in human affairs." (studi mengenai lingkungan media, gagasan bahwa teknologi dan teknik, mode informasi dan kode komunikasi memainkan peran penting dalam kehidupan manusia).
Istilah Technological Determinism menunjukkan pemikiran McLuhan bahwa teknologi berpengaruh sangat besar dalam masyarakat atau dengan kata lain kehidupan manusia ditentukan oleh teknologi. Kita dapat membandingkan gagasan McLuhan ini dengan pandangan Karl Marx. Jika McLuhan berpandangan bahwa kehidupan manusia ditentukan oleh teknologi maka Marx berpendapat bahwa arah sejarah manusia ditentukan oleh perubahan cara berproduksi (economic determinism). Jika Marx melihat pada cara atau mode produksi yang mampu mengubah sejarah maka McLuhan melihat pada cara berkomunikasi yang menentukan sejarah manusia.
Menurut McLuhan, teknologi komunikasi menjadi penyebab utama perubahan budaya. Kehidupan keluarga, lingkungan kerja, sekolah, rumah sakit, pertemanan, kegiatan keagamaan, rekreasi, politik semuanya terpengaruh teknologi komunikasi. Menurutnya setiap penemuan teknologi baru, mulai dari penemuan huruf, penemuan mesin cetak hingga media elektronik memengaruhi institusi budaya masyarakat. Sebagaimana dikemukakan McLuhan: "We shape our tools and they in turn shape us" (Kita membentuk peralatan kita dan mereka pada gilirannya membentuk kita).
Mcluhan memandang penemuan teknologi sebagai hal yang sangat vital karena menjadi kepanjangan atau ekstensi dari kekuatan pengetahuan (kognitif) dan persepsi pikiran manusia. Ia menyebut 'buku' sebagai kepanjangan dari mata. Roda atau ban sebagai ekstensi dari kaki. Pakaian sebagai kepanjangan dari kulit. Jaringan elektronik (khususnya komputer) sebagai ekstensi dari sistem saraf manusia. Contoh-contoh tersebut menunjukkan bahwa McLuhan menolak pengertian atau definisi sempit mengenai media. Menurutnya, media bukanlah terbatas pada media massa tetapi segala sarana, instrumen atau alat yang berfungsi memperkuat organ, indra dan fungsi yang terdapat pada tubuh manusia. Media tidak saja memperluas jangkauan dan meningkatkan efisiensi manusia tetapi juga berfungsi sebagai filter yang mampu mengatur dan menafsirkan keberadaan manusia secara sosial.
Sumber :
Morissan, Teori Komunikasi individu hingga massa, Kencana Prenadamedia Group
Tidak ada komentar:
Posting Komentar